Strategi Pemasaran di Era Pasar Global
Apa Itu Pemasaran? Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.
Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami langgan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia.
Sedangkan proses pemasaran terdiri dari analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi pemasaran, merancang program pemasaran, dan mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran.
Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah
1. Faktor mikro,yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2. Faktor makro, yaitu demografi/ ekonomi, politik/hukum, teknologi/ fisik dan sosial/budaya Sedangkan strategi dan kiat pemasaran dari sudut pandang penjual (4 P) adalah tempat yang strategis (place),produk yang bermutu (product), harga yang kompetitif (price) dan promosi yang gencar(promotion).
Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategy pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya ("Total Customer Statisfaction").
Ada hubungan erat antara mutu suatu produk dengan kepuasan pelanggan serta keuntungan industri.
Konsep Pemasaran
1. Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan
Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar.
Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial.
Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya Pemasar mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yangdituju.
2.Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan.
3. Nilai, Biaya dan Kepuasan
Nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi.
4. Pertukaran, Transaksi dan Hubungan
Kebutuhan dan keinginan manusia serta nilai suatu produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran. Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya dengan pertukaran.
Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu persetujuan.
Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis clan sosial yang kuat dengan mitranya.
5. Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu.
6. Pemasaran dan Pemasar
Pemasaran adalah keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia.
Menetapkan Sasaran Pemasaran Melalui Segmentasi Pasar
Menetapkan Sasaran Pemasaran Melalui Segmentasi Pasar
Setiap perusahaan pada saat awal memproduksi barang selalu
dalam jumlah yang terbatas dan untuk pasar yang terbatas pula
dengan maksud guna menjajaki pasar. Disamping itu adanya selera
pasar yang tumbuh dan berkembang memungkinkan persepsi
produsen dan persepsi konsumen menjadi tidak sejalan. Oleh sebab itu
guna menghindari resiko kerugian, perusahaan selalu
memperhitungnya volume produksinya. Namun manakala produknya
ternyata dapat menembus hiruk pikuknya pasar karena mampu
bersaing dan disukai pasar, maka strategi perusahaan selanjutnya
adalah melakukan kegiatan yang serba massal, yakni produksi massal,
distribusi massal dan komunikasi massal pula. Dalam
perkembangannya pasar konsumen yang semula dilayani terbatas,
menjadi lebih luas serta heterogen sifatnya dan perusahaan rasanya
tidak mungkin untuk dapat melayani seluruh konsumen yang sifatnya
sangat heterogen tersebut. Dalam hal ini perusahaan mencoba
mencari cari kelompok konsumen tertentu yang akan dijadikan
pasarnya. Langkah ini adalah awal dari kegiatan segmentasi pasar.
Selanjutnya guna menghadapi persaingan, barang yang dijual tersebut
dibuat sedikit berbeda dengan yang sudah ada misalnya model, rasa,
kualitas, dan sebagainya. Jadi hanya sebatas variasi produk. Hal ini
dikenal dengan mana product differentiation. Kegiatan ini bukanlah
segmentasi pasar.
Pentingnya Segmentasi Pasar
Pengertian segmentasi pasar sebagai suatu strategi
perusahaan tidaklah semata dilakukan dengan cara membedakan
produk atau bahkan menciptakan produk baru (product diversification),
tetapi didasarkan atas atas perbedaan minat dan kebutuhan
konsumen. Segmentasi pasar adalah pembagian suatu pasar yang
heterogen kedalam satuan-satuan pembeli yang homogen, dimana
kepada setiap satuan pembeli yang homogen tersebut dijadikan
sasaran pasar yang dicapai dengan marketing mix tersendiri. Dengan
demikian yang semula pasarnya satu dan luas,kemudian dibagi-bagi
atau disegmentasi oleh pemasar menjadi beberapa bagian pasar yang
sifatnya homogen. Homogenitas pasar tersebut dicari dan ditentukan
sendiri oleh pihak pemasar.
Mengingat luasnya pasar, maka kegiatan segmentasi pasar
harus dilakukan dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:
Pasar lebih mudah dibedakan
Setiap produk yang dihasilkan adalah untuk memenuhi kebutuhan
dan keinginan konsumen. Agar produk tersebut dapat diterima
tentunya haruslah sesuai dengan selera konsumen. Sedangkan
dilain pihak dengan keadaan pasar yang heterogen dan selera
konsumen yang selalu berkembang tentunya sulit untuk dapat
diikuti oleh perusahaan secara terus menerus. Dalam hal ini
perusahaan akan cenderung mencari sekelompok konsumen yang
sifatnya homogen sehingga lebih mudah untuk memahami selera
konsumen. Dengan demikian pasar lebih mudah dibedakan
dengan kelompok pasar yang lain.
Pelayanan kepada pembeli menjadi lebih baik
Dalam memenuhi kebutuhannya konsumen selalu menginginkan
empat hal penting yaitu kualitas barang yang bagus, harga yang
terjangkau serta pelayanan yang baik dan memuaskan serta
ketepatan waktu. Dari keempat hal tersebut yang sangat dominan
adalah perihal pelayanan. Banyak konsumen lari ketempat lain
karena masalah pelayanan. Harga dan kualitas kadang menjadi
nomor dua dibanding pelayanan. Menyadari hal tersebut maka
segmentaasi pasar harus dilakukan agar dapat memberikan
pelayanan yang mengarah kepada pasarnya. Pada gambar berikut
bentuk pelayanan yng diberikan oleh perusahaan adalah
menyediakan tempat parkir yang luas dan gratis. Pelayanan ini
juga dimaksudkan untuk menarik perhatian konsumen
Strategi pemasaran menjadi lebih mengarah
Mengingat luas dan beragamnya pasar konsumen, maka akan sulit
untuk melayani semua konsumen yang sangat heterogen tersebut.
Maka dengan melayani konsumen yang sifatnya homogen maka
strategi pemasaran yang direncanakan dapat lebih mengarah
dalam menyusun marketing mix yang meliputi perencanaan
produk, harga, distribusi dan promosinya sehingga menjadi lebih
tajam
Disamping itu dengan melakukan segmentasi pasar maka dapat
membantu pihak manajemen dalam hal mengarahkan dana dan
usaha kearah pasar potensial yang paling menguntungkan karena
sasaran pasarnya jelas, serta dapat merencanakan produk yang
dapat memenuhi permintaan pasar beserta cara-cara promosi
yang paling tepat bagi perusahaan. Pada gambar berikut
perusahaan membagi segmen dalam dua kategori yakni produk
yang ditujukan untuk segmen 19 – 50 tahun,dan produk untuk
segmen 51 tahun keatas. Hal ini dilakukan agar produk tersebut
dapat lebih mengarah kepada kelompok konsumen tertentu.
Segmentasi pasar dimaksudkan untuk menajamkan strategi pemasaran
yang diterapkan organisasi agar waktu, energi dan sumber-sumber
keuangan bisa dialokasikan secara efektif dan tepat guna.
Arti Pemasaran dan Manajemen Pemasaran
Dalam dunia usaha yang semakin bersaing, tantangan yang
dihadapi para produsen barang akan semakin berat dalam usahanya
untuk memasukkan barangnya ke arena pertukaran. Segala usaha di
bidang pemasaran (marketing) harus ditempuh sehingga penggarapan
secara sungguh-sungguh agar tidak terlempar ke luar “percaturan”
akibat semakin banyaknya orang yang sama dalam bidang yang telah
digarap. Dalam persaingan yang semakin ketat, kegiatan peningkatan
produksi tidak lagi dipandang sebagai masalah yang berat
dibandingkan dengan kegiatan memasarkan barang yang
dihasilkannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keberhasilan
dalam memasarkan merupakan kunci keberhasilan dari suatu
perusahaan.
Kegiatan pemasaran memiliki nilai positif baik dilihat dari sisi
konsumen maupun dari sisi produsen. Dari sisi konsumen, pemasaran
dipandang sebagai kegiatan yang dapat menawarkan berbagai
alternatif alat pemuas kebutuhan, sehingga nilai kepuasan itu sendiri
bertambah besar. Dari sisi produsen, pemasaran sebagai kegiatan
untuk lebih meningkatkan pelayanan pemenuhan kebutuhan
konsumen. Oleh karena itu, pemasaran sesungguhnya bukan sematamata
berkaitan dengan kepentingan produsen saja melainkan juga
kepentingan konsumen.
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok
yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan
hidup, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Arti pemasaran
biasanya sering disalah artikan dengan pengertian penjualan,
perdagangan dan distribusi. Padahal istilah-istilah tersebut hanya
merupakan satu bagian dari aktivitas pemasaran secara keseluruhan.
Proses pemasaran dimulai jauh sebelum barang diproduksi dan tidak
berakhir dengan penjualan tetapi bagaimana dapat memberikan
kepuasan kepada konsumen.
Sehingga sejak orang mengenal kegiatan pemasaran, telah
banyak definisi-definisi pemasaran yang dikemukakan. Definisi tersebut
awalnya menitikberatkan pada barang, kemudian pada lembagalembaga
yang diperlukan untuk melaksanakan proses penjualan, dan
pada fungsi-fungsi yang dijalankan untuk memungkinkan dilakukannya
transaksi pemasaran.
Untuk mendapatkan gambaran tentang ruang lingkup
pemasaran, berikut ini dikemukakan definisi atau pengertian
pemasaran.
Menurut American Marketing Association:
Pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan
menjalankan konsep, harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide,
barang dan jasa, untuk menciptakan pertukaran yang mampu
memuaskan tujuan individu dan organisasi.
Sedangkan menurut Philip Kotler:
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di
dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Pengertian tersebut bersandar pada konsep inti pemasaran,
yang meliputi: kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan permintaan
(demands); produk (barang, jasa, dan gagasan); nilai, biaya, dan
kepuasan; pertukaran dan transaksi; hubungan dan jaringan; pasar;
serta pemasar dan prospek.
Konsep inti pemasaran di atas beroperasi di dalam suatu
lingkungan yang terus-menerus berkembang sebagai konsekuensi
sosial dari perusahaan, tetapi juga dibatasi oleh sumber-sumber dari
perusahaan itu sendiri dan peraturan yang ada. Bagi pemasaran,
perubahan lingkungan dapat merupakan tantangan baru yang
memerlukan tanggapan dan cara penyelesaian yang baru pula, atau
sebaliknya dapat berupa suatu peluang atau kesempatan untuk
mengembangkan usaha.
Sehubungan dengan hal itu, dibutuhkan suatu keahlian yang
mampu memilah dan melaksanakan kegiatan pemasaran dalam
pencapaian tujuan perusahaan serta dalam menyesuaikan diri dengan
perubahan lingkungan. Kegiatan pemasaran ini harus dikoordinasikan
dan dikelola dengan cara yang benar, maka dikenalilah istilah
manajemen pemasaran.
Manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan
menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud
untuk mencapai tujuan perusahaan.
Titik berat diletakkan pada penawaran perusahaan dalam
memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar tersebut serta menentukan
harga, mengadakan komunikasi, dan distribusi yang efektif untuk
memberitahu, mendorong, serta melayani pasar.
Jadi, manajemen pemasaran dirumuskan sebagai suatu proses
manajemen yang meliputi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan,
dan pengawasan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh
perusahaan. Kegiatan ini bertujuan menimbulkan pertukaran yang
diinginkan, baik yang menyangkut barang dan jasa, atau benda-benda
lain yang dapat memenuhi kebutuhan psikologis, sosial dan
kebudayaan. Proses pertukaran dapat ditimbulkan baik oleh penjual,
maupun pembeli yang menguntungkan kedua belah pihak. Penentuan
produk, harga, promosi dan tempat untuk mencapai tanggapan yang
efektif disesuaikan dengan sikap dari perilaku konsumen, dan
sebaliknya sikap dan perilaku konsumen dipengaruhi
sedemikian rupa sehingga menjadi sesuai dengan
produk yang ditawarkan perusahaan.
Manajemen Pemasaran dan Konsep Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di
dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Pengertian tersebut bersandar pada konsep inti pemasaran, yang
meliputi: kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan permintaan
(demands); produk (barang, jasa, dan gagasan); nilai, biaya, dan
kepuasan; pertukaran dan transaksi; hubungan dan jaringan;
pasar; serta pemasar dan prospek. Sedangkan manajemen
pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan
pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk
mencapai tujuan perusahaan. Titik berat diletakkan pada
penawaran perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
pasar tersebut serta menentukan harga, mengadakan komunikasi,
dan distribusi yang efektif untuk memberitahu, mendorong, serta
melayani pasar.
Dasar pemikiran pemasaran berawal dari kebutuhan dan keinginan
manusia. Kebutuhan manusia (human needs) adalah
ketidakberadaan beberapa pemuas dasar. Keinginan (wants)
adalah hasrat akan pemuas kebutuhan yang spesifik. Permintaan
(demands) adalah keinginan akan produk spesifik yang didukung
oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
Manusia dalam memuaskan kebutuhan dan keinginannya dengan
menggunakan produk. Produk adalah segala sesuatu yang dapat
ditawarkan untuk memuaskan suatu kebutuhan dan keinginan.
Produk atau penawaran dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu
barang, jasa, dan gagasan. Berkaitan dengan produk, tugas
seorang pemasar adalah menjual manfaat atau jasa yang
diwujudkan dalam bentuk produk fisik, bukan hanya
menggambarkan ciri-ciri fisik produk tersebut. Penjual yang
memusatkan pemikirannya pada produk fisik bukannya pada
kebutuhan pelanggan, dikatakan menderita myopia pemasaran.
Tiap produk memiliki kemampuan yang berbeda dalam
memuaskan kumpulan kebutuhan (needs set) seseorang. Konsep
yang dapat membantu memecahkan masalah ini adalah nilai dan
kepuasan. Nilai (value) adalah perkiraan konsumen atas seluruh
kemampuan produk untuk memuaskan kebutuhannya.
Orang dalam memperoleh produk melalui empat cara, yaitu
dengan memproduksi sendiri, dengan memaksa, dengan memintaminta,
dan yang terakhir dengan pertukaran (exchange).
Pemasaran muncul saat orang memutuskan untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginannya melalui pertukaran. Pertukaran
adalah tindakan memperoleh barang yang dikehendaki dari
seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan.
Terdapat beberapa kondisi agar pertukaran dapat terjadi, yaitu
terdapat sedikitnya dua pihak, tiap pihak memiliki sesuatu yang
mungkin berharga bagi pihak lain, tiap pihak mampu berkomunikasi
dan melakukan penyerahan, tiap pihak bebas menerima atau
menolak tawaran pertukaran. Dan yang terakhir, tiap pihak yakin
bahwa berunding dengan pihak lain adalah layak dan bermanfaat.
Pertukaran harus dilihat sebagai suatu proses, bukan sebagai
suatu kejadian. Kedua pihak terlibat dalam pertukaran jika mereka
berunding dan mengarah ke suatu kesepakatan. Saat dicapai
kesepakatan, dapat dikatakan bahwa suatu transaksi telah terjadi.
Transaksi adalah perdagangan nilai-nilai antara dua pihak atau
lebih. Terdapat beberapa kondisi dalam transaksi, yaitu sekurangkurangnya
dua benda yang bernilai, persyaratan yang disetujui,
waktu persetujuan, dan tempat persetujuan. Biasanya sistem
hukum dipakai untuk memperkuat dan memaksa agar pihak yang
bertransaksi menaatinya. Agar pertukaran dapat berhasil, pemasar
menganalisa apa yang diharapkan akan didapatkan dan diberikan
oleh tiap pihak dari suatu transaksi. Suatu pertukaran sederhana
dapat dipetakan dengan menggambarkan dua pelaku dan
keinginan serta penawaran di sekitar mereka. Proses untuk
mendapatkan syarat yang disepakati bersama disebut negosiasi.
Negosiasi mengarah pada persyaratan-persyaratan yang
disepakati bersama atau sebuah keputusan untuk tidak melakukan
transaksi.
Pemasaran transaksi adalah bagian dari gagasan yang lebih besar
yang dinamakan pemasaran hubungan. Pemasaran hubungan
adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang
memuaskan dengan pihak-pihak kunci pelanggan, pemasok,
penyalur guna mempertahankan preferensi dan bisnis jangka
panjang. Hasil pemasaran hubungan yang utama adalah
pengembangan asset unik perusahaan yang disebut jaringan
pemasaran. Jaringan pemasaran terdiri dari perusahaan dan
semua pihak pendukung yang berkepentingan, yaitu pelanggan,
pekerja, pemasok, penyalur, pengecer, agen iklan, ilmuwan, dan
pihak lain yang bersama-sama dengan perusahaan telah
membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan.
Konsep pertukaran mengarah pada konsep pasar. Pasar adalah
semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan dan
keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu
melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan
keinginan itu. Ukuran pasar tergantung pada jumlah orang yang
menunjukkan kebutuhan dan keinginan, memiliki sumber daya
yang menarik pihak lain, serta bersedia dan mampu menawarkan
sumber daya ini untuk ditukar dengan apa yang mereka inginkan.
Sebagian besar orang bisnis menggunakan istilah pasar secara
informal untuk mencakup beragam pengelompokan pelanggan.
Mereka membicarakan tentang pasar kebutuhan, pasar produk,
pasar demografis, dan pasar geografis. Atau mereka memperluas
konsep tersebut agar mencakup pengelompokan non-pelanggan,
seperti pasar pemberi suara, pasar tenaga kerja, dan pasar
pemberi sumbangan.
Konsep pemasaran berwawasan sosial menyatakan bahwa tugas
organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan
kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang
diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan
mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraaan konsumen
dan masyarakat. Konsep berwawasan sosial mengajak pemasar
membangun pertimbangan sosial dan etika dalam praktek
pemasaran mereka. Mereka harus menyeimbangkan dan
menyelaraskan tiga faktor yang sering menjadi pertikaian yaitu laba
perusahaan, pemuasan keinginan konsumen, kepentingan publik.
Terdapat lima konsep yang dapat dipilih organisasi atau
perusahaan untuk melaksanakan kegiatan pemasaran. Pertama,
konsep produksi yang menyatakan bahwa konsumen akan
menyukai produk yang tersedia di banyak tempat dan murah
harganya. Kedua, konsep produk yang menyatakan bahwa
konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, kinerja
dan pelengkap inovatif yang terbaik. Ketiga, konsep
menjual/penjualan yang menyatakan bahwa konsumen, jika
diabaikan, biasanya tidak akan membeli produk orgainisasi dalam
jumlah yang cukup. Karena itu, organisasi harus melakukan usaha
penjualan dan promosi yang agresif. Keempat, konsep pemasaran
yang menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi
adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam
memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan
memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Kelima,
konsep pemasaran bersetiakawan sosial.
Peranan Pasar Dalam Pemasaran Produk dan Jasa
Setiap produsen menginginkan barang dan jasa yang
diproduksi dapat segera sampai ketangan konsumen. Mekanisme yang
dilakukan adalah melalui pasar, yakni tempat pertemuan penawaran
dan permintaan yang akan menyebabkan terjadinya harga. Pada
situasi perekonomian zaman dulu dikenal dengan istilah economics of
scarcity dimana saat itu jumlah barang kebutuhan yang dihasilkan
masih belum begitu banyak dan jarang (scare) maka setiap barang
yang diproduksi selalu terserap di pasar.
Peranan pasar pada situasi tersebut adalah sebatas tempat menjual.
Situasi demikian ini dikenal dengan istilah seller’s market,
artinya pasar milik penjual/ produsen karena setiap barang
yang dihasilkan selalu laku terjual. Para penjual
berkuasa dan dapat mempermainkan pasar. Adanya revolusi industri di
Inggris menimbulkan berbagai penemuan baru dalam teknik produksi
yang dapat menghasilkan barang dan jasa secara besar-besaran.
Kecenderungan produsen adalah membuat barang sebanyak banyaknya
tanpa memperhatikan konsumen, yang pada gilirannya
pasar dibanjiri oleh barang- barang tersebut. Situasi seperti ini dikenal
dengan istilah economics of relative plenty yakni barang-barang
kebutuhan relatif banyak dibanding dengan konsumen yang
memerlukan. Kondisi seperti itu semakin meruncing dan persaingan
antar produsen semakin ketat guna mendapatkan bagian pasarnya.
Keadaan seperti ini disebut buyer’s market artinya pasar milik
konsumen. Pada gambar berikut terlihat suatu keadaan dimana
konsumen memiliki kebebasan untuk memilih dan menentukan
permintaannya.
Pembeli memiliki kebebasan memilih
Gambaran tersebut diatas pada dasarnya akan mendorong
para produsen untuk berfikir dan mengatur strategi yang jitu melalui
pengamatan yang jeli tentang selera konsumen dan kebutuhan
konsumen, sehingga produk yang dihasilkan dapat lancar terserap
pasar. Pasar yang semula sebatas tempat menjual dengan konsumen
yang sudah tersedia banyak, saat ini pasar adalah tempat untuk
memperebutkan permintaan. Peranan pasar adalah untuk menjaga
keseimbangan permintaan dan penawaran agar terjadi harga. Untuk itu
dalam upaya mendapatkan konsumen kegiatan pemasaran haruslah
mengacu pada pasar.
Arti, Peran, dan Jenis Pasar
Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial
manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan ada ketergantungan
sesamanya. Demikian pula dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
sandang, pangan, papan, harus mencari dan berkomunikasi dengan
orang lain karena mereka tidak dapat membuat dan menghasilkan
sendiri barang dan jasa yang diperlukan dalam hidupnya. Sebagai
manusia memiliki keterbatasan dalam berbagai hal seperti permodalan,
keterampilan, kesempatan dan sebagainya. Sebagai contoh seorang
petani dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari tidak cukup
dengan hasil panennya semata. Untuk menghasilkan barang yang lain,
mereka memiliki keterbatasan. Untuk itu ia menjual sebagian hasil
panennya agar memperoleh uang guna membeli keperluan lain.
Seorang nelayanpun harus menjual sebagian ikannya untuk membeli
gula, kopi, minyak goreng, obat-obatan, pakaian, kendaraan dan
keperluan lainnya. Dengan demikian mereka memerlukan pasar yaitu
tempat untuk menjual hasil panen dan kerjanya serta membeli
kebutuhan lainnya. Secara lebih formal, pasar adalah suatu institusi
atau badan yang menjalankan aktivitasnya jual-beli barang dan jasa.
Dengan kata lain bahwa setiap hubungan yang terjadi antara pembeli
dan penjual suatu komoditi dalam jangka waktu tertentu telah dapat
disebut pasar walaupun komunikasi tersebut dilakukan melalui alat
komunikasi telepon, HP ataupun internet.
Sejarah terbentuknya pasar melalui evolusi yang panjang,
yakni bermula dari upaya memenuhi kebutuhan sendiri. Hal ini dapat
dilakukan karena saat itu kebutuhan manusia sangat terbatas pada
masalah pangan saja, sehingga dapat dipenuhi sendiri. Seandainya
terdapat pertukaran barang sebatas lingkungannya saja. Pada tahap
berikutnya dimana kebutuhan mulai berkembang, mereka mengadakan
pertukaran barang yang lebih luas lingkungannya dengan
mencari/menemui pihak-pihak yang saling membutuhkan. Pada tahap
selanjutnya dimana kebutuhan sudah semakin berkembang, maka
mereka yang saling membutuhkan barang tersebut saling bertemu
pada suatu tempat yang rindang dan teduh. Tempat yang disepakati
untuk bertemu tersebut dikenal dengan nama pasar. Philip Kohlter
menggambar evolusi terjadinya pasar dapat dilihat pada gambar 4.3.
dibawah ini
Pada saat sekarang peranan pasar masa kini sangatlah
penting. Untuk menekan harga pokok, perusahaan industri
menghasilkan barang secara massal karena dalam proses produksinya
menggunakan mesin- mesin sehingga dapat menghasilkan barang
dalam jumlah banyak yang mungkin lebih banyak dari yang dibutuhkan
dengan waktu yang relatif singkat. Adanya pasar bagi barang-barang
hasil produksinya sangatlah berkaitan dengan kelangsungan hidup
perusahaan. Pada pasar tersebut produsen dan konsumen bertemu
dan berkomunikasi. Melalui mekanisme pasar produsen mengajukan
penawaran (supply) atas produknya dan melalui mekanisme pasar pula
konsumen mengajukan permintaan (demand). Adanya tindakan
penawaran dan permintaan akan dapat menimbulkan harga dan
kesesuaian harga akan menimbulkan jual beli. Transaksi jual beli akan
menimbulkan keuntungan yang akan dapat menutupi biaya produksi
serta menambah modal perusahaan. Melalui keuntungan yang
diperoleh di pasar, perusahan dapat menjaga kontinyuitas usahanya.
Sebaliknya didalam pasar pula perusahaan mengalami kegagalan.
Kemampuan hidup perusahaan bukan ditentukan oleh besarnya modal
semata, melainkan ditentukan oleh tersedianya pasar untuk produk
yang dihasilkan. Perkembangan pasar akan selalu sejalan dengan
perkembangan masyarakatnya. Di Ibu kota misalnya pasar tradisional
secara perlahan dan pasti sudah mulai tergusur dan diganti dengan
pasar-pasar modern. Pada gambar di bawah ini terlihat contoh situasi
pada pasar tradisional serta pasar Modern.
Dengan gambaran tersebut pengertian pasar adalah
keseluruhan permintaan dan penawaran akan sesuatu barang dan
jasa. Pengertian ini dapat diperluas lagi menjadi pasar konkrit dan
pasar abstrak. Pasar konkrit adalah suatu tempat yang tertentu dimana
penjual dan pembeli bertemu untuk saling menawar. Pasar abstrak
ialah setiap kegiatan pertemuan dimanapun baik langsung maupun
tidak langsung yang turut menentukan terjadinya harga. Penggunaan
istilah pasar saat ini menjadi lebih luas tanpa mengurangi maknanya
yakni tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. Pada gambar
berikut perhatikan penggunaan kata Hero pasar swalayan, Tip Top
pasar swalayan, Hypermart, Indomart, dan lainnya. Mart artinya adalah
pasar. Secara lebih luas lagi dalam pembahasan ilmu pemasaran, kata
pasar dapat diartikan juga sebagai pasar konsumen.
JENIS-JENIS PASAR
Mengingat luasnya ruang lingkup pasar, maka pembagian
pasar didasarkan atas berbagai ukuran sebagai berikut;
Berdasarkan ukuran luas geografis, dibedakan menjadi:
Local Market – Pasar Lokal
Yang dimaksud pasar lokal adalah pertemuan penawaran dan
permintaan akan barang dan jasa sebatas daerah setempat.
Produk yang ada di pasar umumnya sangat terbatas dan untuk
memenuhi kebutuhan lokal.
Regional Market – Pasar regional
Yang dimaksud pasar regional adalah penawaran dan permintaan
akan barang dan jasa dimana produk yang ada di pasar untuk
memenuhi kebutuhan daerah/wilayah regional. Sebagai contoh
permintaan dan penawaran tepung sagu sebagai makanan pokok
sebagian besar terdapat pada daerah Maluku. Oleh sebab itu
pasar regional sagu terdapat di wilayah Maluku dan sekitarnya.
International Market – Pasar Internasional (International Market)
Pasar internasional atau pasar dunia adalah permintaan dan
penawaran berbagai produk dan jasa yang dihasilkan oleh suatu
negara untuk dipasarkan ke negara lain. Contoh Indonesia
menghasilkan rempah-rempah, minyak, ukir- ukiran dan banyak
ditawarkan ke negara lain. Sebaliknya Indonesia banyak membeli
barang elektronik dan mesin-mesin untuk memenuhi kebutuhan
dalam negeri.
Berdasarkan ukuran waktu, dibedakan menjadi:
Daily Market – Pasar harian
Pada pasar jenis ini, keseimbangan antara permintaan dan
penawaran bersifat sementara dan jangka pendek, sehingga
jumlah barang yang tersedia sedikit dan terbatas pada hari itu saja.
Pada pasar ini tidak ada kesempatan untuk memperbanyak jumlah
barang di pasar.
Short Term Market – Pasar Jangka Pendek
Dalam pasar ini terdapat kesempatan untuk memperbesar jumlah
barang yang diperdagangkan. Akan tetapi hanya sebatas faktor
produksi yang tersedia.
Long Term Market – Pasar Jangka Panjang
Pada pasar jangka panjang perusahaan dapat menghadapi
penambahan permintaan karena dapat mengubah produksinya
dengan mengubah jumlah alat produksi untuk memenuhi
permintaan pasar.
Berdasarkan kegiatannya:
Products Market – Pasar Barang
Yang dimaksud pasar barang adalah tempat pertemuan
permintaan dan penawaran barang. Dengan berkembangnya
jumlah penduduk dan alat pemuas kebutuhan maka pasar barang
menjadi sangat beragam, misalnya pasar buah, pasar sayuran,
pasar buku, pasar barang elektronik dan sebagainya.
Services Market – Pasar Jasa
Jasa bisa berbagai bentuk. Pelayanan purna jual bisa dikategorika
dalam pasar jasa. Pasar jasa bisa lebih besar nilainya dibanding pasar
produk. Contoh perusahaann yang bergerak di bidang pasar jasa
adalah Management Consulting seperti McKinsey Consulting Company.
Human Resources Market – Pasar Tenaga Kerja
Yang dimaksud pasar tenaga kerja adalah permintaan dan penawaran
tenaga kerja. Seperti diketahui permintaan tenaga kerja Indonesia
ke Timur Tengah sangat tinggi, sehingga banyak perusahaan yang
bergerak dalam penyaluran tenaga kerja luar negeri. Transaksi
antara penyalur tenaga kerja di Indonesia dengan perusahaan
penyalur tenaga kerja di Timur tengah adalah pasar tenaga kerja.
Jaringan Pemasaran
Pemasaran transaksi adalah bagian dari gagasan yang lebih
besar yang dinamakan pemasaran hubungan. Pemasaran hubungan
adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang
memuaskan dengan pihak-pihak kunci pelanggan, pemasok, penyalur
guna mempertahankan preferensi dan bisnis jangka panjang. Pemasar
yang cerdik berusaha membangun hubungan jangka panjang yang
saling mempercayai dan saling menguntungkan dengan pelanggan,
penyalur, dealer, dan pemasok yang berharga. Pemasar dapat
mewujudkan hal ini dengan menjanjikan dan memberikan kualitas yang
tinggi, pelayanan yang baik, harga yang wajar kepada pihak lain dari
waktu ke waktu. Pemasaran hubungan menghasilkan ikatan ekonomi,
teknik, dan sosial yang kuat diantara pihak-pihak yang berkepentingan.
Dalam kejadian yang paling berhasil, transaksi berubah dari negosiasi
yang dilakukan setiap saat menjadi kegiatan rutinitas.
Hasil pemasaran hubungan yang utama adalah pengembangan
asset unik perusahaan yang disebut jaringan pemasaran. Jaringan
pemasaran terdiri dari perusahaan dan semua pihak pendukung yang
berkepentingan, yaitu pelanggan, pekerja, pemasok, penyalur,
pengecer, agen iklan, ilmuwan, dan pihak lain yang bersama-sama
dengan perusahaan telah membangun hubungan bisnis yang saling
menguntungkan.
Konsep pertukaran mengarah pada konsep pasar. Pasar
adalah semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan dan
keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu
melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan
itu. Ukuran pasar tergantung pada jumlah orang yang menunjukkan
kebutuhan dan keinginan, memiliki sumber daya yang menarik pihak
lain, serta bersedia dan mampu menawarkan sumber daya ini untuk
ditukar dengan apa yang mereka diinginkan.
Awal pemikiran sebuah pasar adalah tempat di mana pembeli
dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang, misalnya alunalun
suatu daerah. Ekonom menggunakan istilah tersebut untuk
mengacu pada sekumpulan pembeli dan penjual yang melakukan
transaksi atas produk atau kelas produk tertentu, maka munculah
istilah pasar perumahan, pasar gabah, dan lain-lain. Namun, pemasar
memandang penjual sebagai industri dan pembeli sebagai pasar.
Penjual memberikan barang atau jasa dan komunikasi (promosi)
kepada pasar dan sebagai imbalannya penjual menerima uang
dan informasi (sikap, data penjualan, dan sebagainya).
Lingkaran paling dalam memperlihatkan suatu pertukaran uang
dengan barang atau jasa, sedangkan lingkaran
luar menunjukkan pertukaran informasi.
Sebagian besar orang bisnis menggunakan istilah pasar secara
informal untuk mencakup beragam pengelompokan pelanggan. Mereka
membicarakan tentang pasar kebutuhan (seperti pasar pencari diet),
pasar produk (seperti pasar sepatu), pasar demografis (seperti pasar
remaja), dan pasar geografis (seperti pasar Asia). Atau mereka
memperluas konsep tersebut agar mencakup pengelompokan nonpelanggan,
seperti pasar pemberi suara, pasar tenaga kerja, dan pasar
pemberi sumbangan.
Seluruh perekonomian modern berdesak-desakan dalam
pasar. Pada dasarnya, perusahaan manufaktur pergi ke
pasar sumber daya (pasar bahan baku, pasar tenaga kerja, pasar
uang, dan sebagainya), membeli sumber daya dan mengubahnya
menjadi barang dan jasa, dan menjual produk jadi tersebut kepada
para perantara, yang kemudian menjualnya kembali kepada konsumen.
Konsumen menjual tenaga mereka, dan menerima uang yang
kemudian mereka gunakan untuk membayar barang dan jasa yang
mereka beli. Pemerintah menggunakan pendapatan pajak untuk
membeli barang dari pasar sumber daya, pasar perusahaan
manufaktur, dan pasar perantara, lalu menggunakan barang dan jasa
ini untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. Setiap
perekonomian negara dan perekonomian dunia secara keseluruhan
terdiri dari kumpulan pasar yang rumit dan saling berinteraksi yang
dihubungkan melalui proses pertukaran.
Nilai, Biaya dan Kepuasan
Bagaimana seseorang memilih di antara banyak produk yang
dapat memuaskan kebutuhannya? Misalnya seseorang membutuhkan
tiga mil perjalanan ke tempat kerjanya setiap hari. Ia dapat
menggunakan sejumlah produk untuk memuaskan kebutuhan ini,
seperti sepatu roda, sepeda, sepeda motor, mobil, taksi, atau bus.
Alternatif pilihan ini merupakan kumpulan pilihan produk (product
choise set). Seandainya ia ingin memuaskan beberapa kebutuhan
tambahan dalam perjalanan ke tempat kerja, yaitu kecepatan,
kemudahan, keamanan, dan keekonomisan. Tiap produk memiliki
kemampuan yang berbeda dalam memuaskan kumpulan kebutuhan
(needs set) itu. Sepeda lebih lambat, kurang aman dan membutuhkan
lebih banyak tenaga daripada mobil, namun sepeda lebih ekonomis.
Bagaimanapun juga seseorang harus memutuskan produk mana yang
akan memberikan kepuasan total yang terbesar.
Konsep yang dapat membantu memecahkan masalah ini
adalah nilai dan kepuasan. Nilai (value) adalah perkiraan konsumen
atas seluruh kemampuan produk untuk memuaskan kebutuhannya.
Misalkan seseorang tertarik pada kecepatan dan kemudahan
berangkat ke tempat kerja. Jika ditawarkan semua produk tersebut di
atas tanpa biaya, ia akan memilih mobil. Namun, karena tiap produk
memiliki biaya (cost), ia tidak akan memilih mobil yang biayanya jauh
lebih besar daripada sepeda atau taksi. Ia harus mengorbankan
sesuatu untuk mendapatkan mobil. Karena itu ia akan
mempertimbangkan nilai dan harga produk sebelum menetapkan
pilihan. Ia akan memilih produk yang menghasilkan lebih banyak nilai
per rupiah. Menurut DeRose, nilai adalah “pemenuhan tuntutan
pelanggan dengan biaya perolehan, pemilikan, dan penggunaan
terendah”.